Skip to main content

Muhammad SAW 426 Kata

Pasukan Bergajah

Pada 571 Masehi, pasukan bergajah dari Yaman dipimpin Abrahah datang ke Makkah hendak meruntuhkan Kakbah.

Yaman, negeri yang belum lama ditaklukkan tentara Abasiyah dalam sebuah ekspansi, yang mana Abrahah salah satu petempur di dalamnya.

Setelah kemenangan yang gemilang, Abrahah membunuh komandan pasukannya dan mengambil alih kekuasaan di Yaman.

Niat Abrahah menghancurkan Kakbah digagalkan burung-burung Ababil. Peristiwa  ini sekitar 50 atau 55 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad.

Abdullah

Abdullah adalah ayah Muhammad. Abdullah salah seorang anak Abdul Muthalib yang paling bagus dan paling dicintainya.

Abdullah menikah dengan Aminah bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab, wanita terpandang Quraisy.

Suatu hari Abdullah pulang dari berdagang di Syam jatuh sakit lalu singgah di Madinah dan wafat dalam usia 25 tahun. Ia meninggalkan istrinya dalam keadaan menghamilkan Muhammad SAW.

Muhammad SAW

Muhammad SAW dilahirkan di Makkah, Senin pagi, 12 Rabiulawal bertepatan dengan 20 atau 22 April 571 M.

Wanita pertama yang menyusui beliau setelah ibunya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab, paman Muhammad SAW.

Kakeknya, Abdul Muthalib, sebagaimana tradisi orang Makkah kemudian mencari wanita untuk menyusui Muhammad SAW dan mendapatkan Halimah As-Sadiyah. 

Setelah 2 tahun, Halimah masih ingin merawat Muhammad SAW dan memintanya pada ibunya dan diizinkan. Jadilah Muhammad SAW tinggal bersamanya hingga 4 atau 5 tahun.

Setelah dikembalikan, Muhammad SAW tinggal bersama ibunya hanya kurang lebih setahun. 

Suatu hari, Aminah karena teringat mendiang suaminya lantas pergi menziarahi kuburnya di Madinah. 

Ia mengajak serta Muhammad SAW dan pembantunya, Ummu Aiman. Mereka tinggal selama sebulan di sana.

Dalam perjalanan pulang, Aminah jatuh sakit dan meninggal sebelum sampai di Makkah. Di usia 6 tahun, Muhammad SAW telah menjadi yatim piatu.

Ia kemudian diasuh kakeknya, Abdul Muthalib.

Pada usia 8 tahun, kakeknya itu pun meninggal. Ia lalu diasuh pamannya, Abu Thalib, hingga menikah dengan Khadijah binti Khuwailid.

Bersama Khadijah, Muhammad SAW dikaruniai anak:

1. Al-Qasim

2. Zainab

3. Ruqayyah

4. Ummu Kaltsum

5. Fathimah

6. Abdullah.

Selain dari rahim Khadijah, Muhammad SAW  mempunyai seorang putra dari Mariah Al-Qibthiyah diberi nama Ibrahim.

Semua putra Muhammad SAW meninggal dunia selagi masih kecil. Sedangkan putri-putri beliau sempat menjumpai Islam, hanya saja mereka semua meninggal dunia selagi beliau masih hidup, kecuali Fatimah. Fatimah meninggal 6 bulan sepeninggal beliau.

Menjadi Rasul

Muhammad SAW diangkat menjadi rasul ditandai ayat pertama turun pada Senin malam tanggal 21 Ramadan. Bertepatan dengan 10 Agustus 610 Masehi. 

Usia beliau 40 tahun lebih 6 bulan 12 hari menurut perhitungan kalender Hijriah atau 39 tahun lebih 3 bulan 20 hari menurut perhitungan kalender Syamsiyah.

Muhammad SAW berdakwah di Makkah 13 tahun, kemudian di Madinah 10 tahun. Ia wafat di Madinah tahun ke-11 hijrah. (*)

Berdasarkan buku Sirah Nabawiyah

Comments

Popular posts from this blog

Katimboka: Layangan Pertama di Dunia

Peneliti layang-layang asal Jerman, Wolfgang Bieck, saat memulai penelusurannya pada 1997 mendapati semua literatur menunjuk Cina rumah kelahiran layang-layang dunia. Mengambil tonggak 2800 tahun lalu Cina telah menerbangkan layangan terbuat dari sutra dan bambu emas sebagai bingkainya. Penggalian lebih jauh mempertemukan Wolfgang dengan layang-layang di Asia Tenggara yang lebih primitif. Terbuat dari daun. Baca Juga: Raja Festival Layangan Internasional Itu Bernama Kolope Persepsinya mengenai layang-layang terdamprat. Dari situ dia mulai membuka jalur baru pemetaan asal muasal layang-layang, menggunakan pendekatan teori evolusi. Wolfgang Bieck mengungkapkan hal ini kepada penulis, saat Festival Layang-Layang Internasional 2006 yang diselenggarakan di Kabupaten Muna, satu pulau kecil di Indonesia. Ia menaruh purbasangka, layang-layang sutra hanya mata rantai berikut dari evolusi layang-layang, suatu pengembangan dari layang-layang daun. Persoalannya sekarang, di Asia Tenggara teru...

Sketsa 80-an: Pasar Lama

Pasar lama berdiri di lokasi yang sekarang Alun-Alun Raha. Seluas itu juga. Berbagi tempat dengan terminal dan pusat kuliner.  Tahun 80-an itu persis di tepi pantai. Sejumlah proyek reklamasi membuatnya sekarang jadi lebih jauh ke dalam. Wajah Pasar Lama Ramai anak sekolahan mejeng sambil menunggu mobil di terminal pada jam-jam pulang.  Sekolah dulu terbatas sehingga banyak tetangga kota turun sekolah di Raha, pulang balik naik mikrolet. Belum ada ojek. Semua bertemu di satu titik, pasar lama. Pasar dulu punya pelataran yang luas, ada tiang bendera seperti yang biasa berdiri di halaman sekolah. Pelataran itu tempat "penjual obat" beratraksi dengan sulap-sulapnya yang memukau. Bakar kertas jadi uang.  Ada Latando perform bersama ularnya. Ada Kamran pamer keampuhan obat sakit giginya, Mustari jualan obat gosok minyak serai, dan Mr Jack menawarkan obat kuat, serta banyak lagi. Selain penjual obat, di pelataran menyelip penjual es sirop gerobak, geroncong, kadang juga ada hal...

Sketsa 80-an: Kota Jati

Raha, sebuah kota pelabuhan yang tenang. Diapit laut dan hutan jati. Laut di timur, hutan jati di barat. Kotanya tidak luas, melainkan memanjang mengikuti garis pantai. Lebarnya dulu hanya kurang lebih 3 kilometer dari bibir pantai ke tepi hutan jati. Raha, pulau berbahan kars, persembahan mahakarya tektonik. Udaranya perpaduan aroma garam dan wangi bunga jati alam. Gairahnya merupakan pergolakan antara deru angin laut yang beringas dan semilir hawa rimba yang tentram. Baca Juga: Napabale Laguna, Lukisan Vagina Alam Tahun 80-an jalan ke Tampo dan Warangga jati berjajar di kiri kanan jalan raya, dahannya sudah saling bertaut. Melewati jalan itu sama dengan memasuki terowongan gelap. Matahari tidak tembus.  Jati tidak ada yang dibuang. Daunnya jadi pembungkus ikan dan pewarna alami, rantingnya kayu bakar, dahannya pagar, batangnya bahan rumah, akarnya jadi gembol. Bagaimana Pulau Muna bisa melimpah pohon jati, ada kisah yang diceritakan turun-temurun. Awal abad ke-15, memerintah Kera...